
Pernah lihat rumah baru tapi dindingnya sudah muncul retak-retak halus? Padahal belum setahun ditempati. Banyak pemilik rumah kaget, mengira itu tanda bangunannya bermasalah.
Padahal retak dinding adalah hal yang umum terjadi — tapi bisa jadi juga tanda ada kesalahan di tahap pembangunan.
Nah, biar nggak salah paham, yuk kita bahas satu per satu penyebab utama kenapa rumah bisa retak setelah jadi, lengkap dengan penjelasan dari tukang profesional Martukang.com dan cara mengatasinya.
Proses Pondasi yang Kurang Matang
Pondasi adalah bagian paling penting dari bangunan, tapi juga yang paling sering dihemat. Banyak rumah dibangun dengan pondasi dangkal, tanah belum dipadatkan sempurna, atau tanpa perhitungan beban struktur.
Akibatnya, saat tanah mulai bergerak atau mengembang karena hujan dan panas, pondasi ikut turun sedikit demi sedikit. Nah, dinding di atasnya ikut ketarik — muncullah retakan.
Tanda-tandanya:
- Retak muncul dari bawah ke atas.
- Sering muncul di sudut pintu atau jendela.
Solusi dari tukang:
Gunakan pondasi batu kali atau footplat yang kedalamannya disesuaikan dengan jenis tanah.
Pastikan proses urugan tanah padat dan diberi lapisan pasir sebelum pengecoran.
Kalau retak sudah terlanjur muncul, perbaiki dengan mengisi celah menggunakan semen elastis atau adukan waterproof, lalu cat ulang setelah kering sempurna.
Adukan Semen yang Tidak Seimbang
Ini juga penyebab klasik yang sering disepelekan tukang pemula. Adukan yang terlalu banyak pasir atau air bikin daya rekat semen jadi lemah.
Akibatnya, saat dinding mengering, terjadi penyusutan yang tidak merata dan muncullah retak halus.
Ciri khasnya: retak berbentuk garis tipis menyebar acak di permukaan tembok.
Solusi:
Gunakan perbandingan ideal 1:3 untuk semen dan pasir.
Gunakan pasir yang bersih tanpa lumpur, dan hindari menambahkan air berlebihan.
Tukang Martukang biasanya mencampur adukan sesuai standar volume agar hasilnya padat, rata, dan tidak mudah retak.
Plesteran dan Acian Terlalu Cepat
Banyak tukang ingin kerja cepat, jadi setelah plester langsung diaci tanpa menunggu kering. Padahal plesteran yang masih basah masih mengalami proses penyusutan.
Kalau langsung diaci, lapisan atas dan bawah menyusut dalam waktu berbeda — dan dinding akhirnya retak halus setelah beberapa minggu.
Solusi:
Biarkan plesteran mengering minimal 3–5 hari sebelum diaci.
Gunakan air bersih untuk proses pengacian, jangan pakai air bekas campuran semen.
Dan jangan langsung dicat, beri waktu tambahan sekitar seminggu agar hasilnya maksimal.
Perubahan Suhu dan Cuaca Ekstrem
Indonesia punya iklim tropis yang bisa berubah ekstrem — panas di siang hari, dingin dan lembab di malam hari.
Kalau dinding rumah terkena sinar matahari langsung tanpa perlindungan atap atau ventilasi yang baik, permukaannya bisa mengembang dan menyusut setiap hari. Akibatnya lama-lama muncul retak rambut di cat atau plesteran.
Solusi tukang:
Gunakan cat eksterior dengan pelindung UV dan anti air.
Pasang talang atau lisplang untuk melindungi dinding luar dari paparan langsung hujan dan panas.
Kalau rumah kamu menghadap timur atau barat, tambahkan kanopi atau secondary skin untuk menahan panas berlebih.
Kualitas Material yang Kurang Baik
Kadang masalah bukan di tukang, tapi di bahan bangunan yang dipakai.
Semen kadaluarsa, pasir bercampur lumpur, atau bata yang masih basah bisa bikin daya rekat dinding berkurang.
Akibatnya, setelah kering sempurna, tembok mulai “bergerak” dan muncul retakan kecil.
Solusi:
Gunakan material yang bersertifikasi SNI.
Jangan beli semen dalam jumlah besar kalau penyimpanannya nggak rapi.
Tukang Martukang selalu melakukan pengecekan bahan sebelum digunakan di lapangan — mulai dari warna semen, tekstur pasir, hingga kepadatan bata.
Tidak Ada Expansion Joint (Sambungan Pemuaian)
Kalau rumah berukuran besar atau punya dinding panjang tanpa celah, dinding tersebut bisa mengalami tekanan internal karena suhu dan kelembapan.
Tanpa celah pemuaian, gaya tekan itu akhirnya bikin dinding retak di beberapa titik.
Solusi:
Untuk bangunan besar atau pagar panjang, sisakan celah expansion joint setiap 3–4 meter.
Biasanya tukang profesional menambahkan jalur tipis yang diisi bahan elastis seperti sealant untuk menahan tekanan suhu.
Beban di Atas Dinding Terlalu Berat
Ini juga sering terjadi tanpa disadari.
Misalnya, menaruh lemari gantung, AC, atau water heater besar tepat di dinding bata biasa tanpa penguat. Lama-lama dinding menahan beban terus-menerus dan muncul retakan vertikal di sekitarnya.
Solusi:
Gunakan dinding penguat (structural wall) atau pasang anchor besi tambahan sebelum menggantung benda berat.
Tukang profesional Martukang biasanya sudah menghitung beban yang aman untuk dinding sebelum pemasangan perabot permanen.
Jenis-Jenis Retak yang Perlu Kamu Ketahui
Biar kamu bisa mengenali masalah sejak awal, ini beberapa jenis retak yang umum terjadi:
| Jenis Retak | Ciri-ciri | Tingkat Bahaya |
|---|---|---|
| Retak rambut | Garis tipis di permukaan cat atau acian | Ringan, bisa ditambal ulang |
| Retak struktural | Garis besar, dalam, sering muncul dari atas ke bawah | Serius, perlu dicek pondasi |
| Retak sambungan | Muncul di pertemuan dinding atau kusen | Sedang, perlu perbaikan elastis |
| Retak termal | Muncul di dinding luar yang kena panas | Sedang, butuh pelapisan ulang |
Cara Mencegah Retakan di Rumah Baru
- Gunakan tukang berpengalaman dan awasi tahap pekerjaan.
- Jangan terburu-buru pindah ke rumah baru sebelum semua tembok kering sempurna.
- Gunakan cat berkualitas baik dan plesteran sesuai standar.
- Hindari menggantung benda berat tanpa perkuatan.
- Pastikan drainase sekitar rumah baik agar pondasi tidak lembab.
Retakan di dinding rumah memang sering bikin khawatir, tapi nggak semua retak berarti bangunan bermasalah.
Yang penting, kamu tahu penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya dengan benar.
Kalau kamu sedang berencana renovasi atau baru bangun rumah, pastikan semua tahap kerja diawasi oleh tukang berpengalaman.
Tim Martukang.com siap membantu dari tahap pondasi sampai finishing, memastikan setiap detail dilakukan dengan standar profesional biar rumah kamu kokoh, rapi, dan bebas retak bertahun-tahun ke depan.
Martukang.com adalah Jasa Tukang Bangunan dan Kontraktor Kontruksi Profesional
